Untuk siapakah Pesan Dalam Spanduk Ini?
Fakfakinfo.com_ Pernahkah Anda berpikir, untuk siapa sebenarnya pesan dalam spanduk ini? Apakah para pegiat anti HIV/Aids yang tergabung dalam KPA juga menyarankan pesan sesuai spanduk ini untuk sang suami? Atau anak lelakinya? Mungkin istrinya? Atau bahkan anak perempuannya?
Cobalah ganti kata “kawan” dengan kata suamiku, atau istriku, atau anakku. Maka anda akan sadari bahwa pesan ini kurang pas untuk selamanya. Kurang pas dari sisi etika moral, dan salah besar dari sisi agama. Sebab yang terbaik adalah, jangan kau lakukan zina! (wah)








Aktivis anti HIV…dorang takut tara ada kerjaan kalau tidak ada yang kena HIV makanya secara tidak langsung mau menganjurkan/menasihati tapi terselebung niat untuk disuruh mencoba….eh pace ko orang paling bardosa sudah….semoga tete manis kase ampoong koo
waduh kayax yang buat Spanduk tu Suka Jajan Makanya dia ajak orang2 semua ikut dia HAhahaeeeee
bkn Malu2 saja…..Bodok,bodok jeeeeeeeeeeeee
Nen / naga yang tulis ” Spanduk ” dan pasang di tempat umum ini, melanggar adat orang Fak-Fak, dan terlebih lagi, mempromosikan ” Kondom “, bukan mengajak Nen/Naga,Kabun-Kadin,tante,om /bapa- ade,mama ade, mama tua untuk menghindari: HIV /Aids, tapi mengajak/menyuruh berjemaah melonte,/ berbuat ” Maksiat / yang di larang agama dan di kutuk Allah,
Jangan terjadi hal yang sama seperti Kab, Mimika dan Merauke, dalam survei / catatan HIV/Aids di Indonesia paling tinggi di Mimika dan Merauke ; Jangan jadikan Program ” Kondom ” untuk membunuh pelan-pelan generasi orang ” Papua Asli ” dengan HIV/Aids
Yang baik itu mengajak pemuka,agama,adat,suku,cendikiawan dan pemerintah perbentengi diri dan masyarakat Fak-Fak dengan ” AGAMA” dan lokalisasi Pelacuran / Perlontean di Bumi Hanguskan ” dari bumi Fak-Fak dan Tanah Papua pada umumnya
ini baru pemikiran brilian, mantaaaappp! setujuuuuu beta! bagaimana cafe-cafe pace?
isi spanduknya menggelitik juga. promosi untuk kita untuk “jajan”. Hidup jajan! wah, tra betul ini!!! copot saja!!!