<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fakfakinfo.com</title>
	<atom:link href="http://fakfakinfo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fakfakinfo.com</link>
	<description>Santun Mencerdaskan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 07:25:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Katanya, LS Mengawali Bisnisnya Dengan Bisnis Miras?</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/05/katanya-ls-mengawali-bisnisnya-dengan-bisnis-miras/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/05/katanya-ls-mengawali-bisnisnya-dengan-bisnis-miras/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 07:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakmiras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4694</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Ketika kasus Aiptu Labora Sitorus mencuat ke permukaan, masyarakat Indonesia tersentak, kaget tak percaya. Bayangkan, seorang Aiptu polisi yang bergaji paling tinggi sekitar lima jutaan, dicatat memiliki transaksi pada rekeningnya hingga 1,5 trilyun. Sebuah angka yang fantastis, bahkan bagi seorang jenderal sekalipun. Atau, tidak salah jika rakyat negeri ini berasumsi, jika seorang Aiptu saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_4695" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-4695" href="http://fakfakinfo.com/2013/05/katanya-ls-mengawali-bisnisnya-dengan-bisnis-miras/fakfakmiras-4/"><img class="size-full wp-image-4695" title="fakfakmiras" src="http://fakfakinfo.com/wp-content/uploads/2013/05/fakfakmiras.jpg" alt="" width="350" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">Pemberantasan miras oleh aparat belum maksimal</p></div>
<p style="text-align: justify;">Fakfakinfo.com_ Ketika kasus Aiptu Labora Sitorus mencuat ke permukaan, masyarakat Indonesia tersentak, kaget tak percaya. Bayangkan, seorang Aiptu polisi yang bergaji paling tinggi sekitar lima jutaan, dicatat memiliki transaksi pada rekeningnya hingga 1,5 trilyun. Sebuah angka yang fantastis, bahkan bagi seorang jenderal sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Atau, tidak salah jika rakyat negeri ini berasumsi, jika seorang Aiptu saja bisa mengendalikan mega bisnis seperti itu, tentu besar kemungkinan bisnis sang jenderal jauh lebih besar lagi. Asumsi seperti ini mencuat, lantaran ingatan rakyat Indonesia tentang kasus dugaan korupsi simulator SIM, belum pupus. Ada yang mengatakan, polisi lagi, polisi lagi!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kurang menarik rasanya, jika tidak mengorek komentar tentang LS, justru dari rekannya sesama polisi. Sebab, jika sudah tenar menjadi “bintang”, biasanya banyak yang mengaku kenal baik.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Seorang Bripka di Polres Fakfak yang masih malu-malu untuk disebutkan namanya, mengaku tahu banyak tentang LS. Bahkan dirinya meyakinkan, bahwa bisnis LS dimulai dengan bisnis miras.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Di Sorong kan miras legal. Bahkan bisa dijual di kios-kios. Jadi dulu awalnya LS itu bisnis miras. Setelah berkembang, lantas dibarengi dengan bisnis yang lain, seperti kayu. Jadi kalau mengirim kayu ke Bitung, pulang ke Sorong membawa miras jenis sopi dari sana. Bukan dengan botol atau jerigen lagi, tapi dengan drum. Bayangkan berapa keuntungannya,” ujar sumber.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Saat wawancara di salah satu televisi swasta, ketika ditanyakan kebenaran hal tersebut, LS menampiknya. LS mengatakan, bahwa bisnisnya adalah kayu dan BBM yang dimiliki oleh keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kini, babak demi babak berita “jeruk makan jeruk” ini semakin menarik diikuti. Bahkan muncul berita yang mengatakan bahwa dengan ditahannya Aiptu LS, ribuan orang Papua dirugikan. Wow!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jika benar bahwa seseorang berbisnis miras, sejatinya dia bukan seorang pebisnis, melainkan perusak generasi Papua. (wah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/05/katanya-ls-mengawali-bisnisnya-dengan-bisnis-miras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kayu di Pulau Panjang, Diduga Milik Labora Sitorus Lolos Pantauan</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/05/kayu-di-pulau-panjang-diduga-milik-labora-sitorus-lolos-pantauan/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/05/kayu-di-pulau-panjang-diduga-milik-labora-sitorus-lolos-pantauan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 07:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakkayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4691</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Satu ponton yang diduga milik Aiptu Labora Sitorus, yang mengangkut puluhan kubik kayu dari Kaimana ke Sorong beberapa waktu lalu, mengalami kerusakan atau sobek pada lambungnya. Akibatnya, ponton tersebut terpaksa keluar dari jalur semestinya, dan buang jangkar di sekitar Pulau Samay, Fakfak. Selain untuk memperbaiki kerusakan, juga dimaksudkan untuk menghindari ombak besar. Mendapati hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fakfakinfo.com_ Satu <em>ponton</em> yang diduga milik Aiptu Labora Sitorus, yang mengangkut puluhan kubik kayu dari Kaimana ke Sorong beberapa waktu lalu, mengalami kerusakan atau sobek pada lambungnya. Akibatnya, <em>ponton</em> tersebut terpaksa keluar dari jalur semestinya, dan buang jangkar di sekitar Pulau Samay, Fakfak. Selain untuk memperbaiki kerusakan, juga dimaksudkan untuk menghindari ombak besar.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mendapati hal tersebut, pihak Administratur Pelabuhan Fakfak, akhirnya membawa kapal tersebut hingga ke Pulau Panjang, untuk menunggu kru perbaikan yang didatangkan dari Sorong.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Salah seorang pejabat Administratur Pelabuhan Fakfak yang meminta namanya tidak disebutkan, membenarkan hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Memang benar ada kapal atau ponton yang mengangkut kayu dari Kaimana tujuan Sorong. Kapal tersebut mengalami kerusakan, sehingga terpaksa keluar dari jalur yang semestinya dan berlindung di sekitar Pulau Samay. Lantas kami menarik kapal tersebut hingga ke Pulau Panjang untuk memudahkan pantauan. Kerusakannya memang parah, sehingga untuk menuju Pulau Panjang saja, sampai 8 jam,” ujar sumber.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Disinggung apakah <em>ponton</em> tersebut ada kaitannya dengan Aiptu LS, pejabat Adpel tersebut tidak yakin.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Seingat saya, nama Labora Sitorus tidak terdapat dalam dokumen kapal tersebut,” ucapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Keterangan salah seorang pejabat Adpel ini, sama dengan penjelasan dari Opa Joshua, yang dipercaya untuk mengurus kapal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Bukan, bukan. Itu bukan milik Labora Sitorus. Kapal dan kayu tersebut milik pengusaha lainnya,” kata Opa Joshua yang mengaku kenal baik dengan Aiptu Labora Sitorus ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sayangnya, meski sebagai agen kapal tersebut di Fakfak, Opa Joshua mengaku tidak memiliki copy dokumen kapal yang mengalami kerusakan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Saya tidak punya copy dokumennya. Tapi yang pasti itu bukan milik Labora Sitorus.” Ujar Opa Joshua berusaha meyakinkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Meski informasi yang datang dari salah seorang teman di Kaimana tersebut disebut sebagai informasi yang “A1” alias benar, konfirmasi di lapangan mengalami kesulitan. Ada nuansa “malu-malu” dari beberapa pihak yang coba dikonfirmasi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Salah seorang personil TNI AL yang coba dikonfirmasi, mengaku tidak menemukan nama Labora Sitorus yang dapat dikaitkan dengan kayu dan ponton tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Untuk dokumen kapal, kami memang tidak punya, sebab sudah ditangani oleh Adpel. Jadi itu merupakan kewenangan mereka. Namun, setahu kami tidak disebut-sebut nama Aiptu LS tersebut. Kalau tidak salah ingat, nama pemilik kayunya bukan nama LS. Catatannya ada di kantor, kalau mau lihat,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dugaan yang menyebutkan kapal dan kayu yang bocor tersebut ada kaitannya dengan LS, bisa saja terjadi. Sebab, seperti yang sering disebutkan di media massa, bisnis kayu serta BBM yang dikaitkan dengan LS, tak selalu memunculkan nama LS secara terang-terangan. (wah)</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/05/kayu-di-pulau-panjang-diduga-milik-labora-sitorus-lolos-pantauan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mandiri Fiesta, Menabung dan Raih Hadiahnya</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/05/mandiri-fiesta-menabung-dan-raih-hadiahnya/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/05/mandiri-fiesta-menabung-dan-raih-hadiahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 07:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakbank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4687</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Bagaimana rasaya, jika tiba-tiba anda mendapatkan satu unit Mercedes Bens? Atau Toyota Alpard? Atau, anda bisa memilih antara membawa pulang emas 2 kg atau uang cash 1 miliar! Pasti super senang, tentunya. Dan, kesempatan menjadi miliader ini, bukan  mimpi! Anda bisa menhadirkan angan-angan tersebut menjadi kenyataan! Ya! Jika anda adalah nasabah Bank Mandiri, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_4688" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-4688" href="http://fakfakinfo.com/2013/05/mandiri-fiesta-menabung-dan-raih-hadiahnya/fakfakbank/"><img class="size-full wp-image-4688" title="fakfakbank" src="http://fakfakinfo.com/wp-content/uploads/2013/05/fakfakbank.jpg" alt="" width="350" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">Seorang nasabah asal Fakfak meraih hadiah motor</p></div>
<p style="text-align: justify;">Fakfakinfo.com_ Bagaimana rasaya, jika tiba-tiba anda mendapatkan satu unit Mercedes Bens? Atau Toyota Alpard? Atau, anda bisa memilih antara membawa pulang emas 2 kg atau uang cash 1 miliar! Pasti super senang, tentunya. Dan, kesempatan menjadi miliader ini, bukan  mimpi! Anda bisa menhadirkan angan-angan tersebut menjadi kenyataan!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ya! Jika anda adalah nasabah Bank Mandiri, maka impian tersebut bisa menjadi kenyataan. Anda boleh mengharapkan hal tersebut, bahkan setiap bulan!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Anda merasa masih jauh dari keberuntungan itu? Anda masih bisa meraih impian anda untuk membawa pulang sebuah mobil keluarga, New Avansa! Kesempatan meraih impian anda ini, bisa hadir setiap bulan juga.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dan, kesempatan meraih hadiah dari Bank Mandiri, sebuah bank dengan aset terbesar di negeri ini, masih sangat besar. Mandiri Fiesta menghadirkan hadiah-hadiah lain yang superrrrrr wah! Ada motor, ipad, BB atau blackberry, serta hadiah langsung lainnya!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>Gimana</em> caranya? Anda cukup memperbanyak saldo tabungan anda. Semakin anda rajin menabung dan bertransaksi, baik melalui teller di Bank Mandiri atau cukup melalui e-banking (ATM, SMS, internet, EDC), maka anda otomatis mengumpulkan poin demi poin, yang akan diikutsertakan dalam undian Mandiri Fiesta.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kesempatan meraih impian ini, selain diundi secara bulanan dan harian, juga diundi secara nasional, sehingga setiap nasabah memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan mega hadiahnya. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo menabung dan raih hadiahnya, di Mandiri Fiesta! (wah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/05/mandiri-fiesta-menabung-dan-raih-hadiahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketegangan Antar Tokoh Masyarakat Warnai Pembukaan Palang Pertigaan Thumburuni</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/05/ketegangan-antar-tokoh-masyarakat-warnai-pembukaan-palang-pertigaan-thumburuni/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/05/ketegangan-antar-tokoh-masyarakat-warnai-pembukaan-palang-pertigaan-thumburuni/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 06:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Politik & Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakdemo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4679</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Ratusan massa kemarin petang (10/5) memblokir pertigaan lampu merah Pasar Thumburuni. Massa menuntut, agar taksi dan truk yang datang dan menuju arah Kokas, Patipi, Bomberay dan Kramamongga, diperbolehkan mongkar muat di Pasar Thumburuni. Aksi blokir jalan ini dimulai sekira pukul 17.30 dan berakhir setelah 3 jam kemudian. Dalam aksi palang jalan pertama, massa memblokir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_4680" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-4680" href="http://fakfakinfo.com/2013/05/ketegangan-antar-tokoh-masyarakat-warnai-pembukaan-palang-pertigaan-thumburuni/fakfakdemo-2/"><img class="size-full wp-image-4680" title="fakfakdemo" src="http://fakfakinfo.com/wp-content/uploads/2013/05/fakfakdemo.jpg" alt="" width="350" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">Massa Blokade Jalan Pertigaan Pasar Thumburuni</p></div>
<p style="text-align: justify;">Fakfakinfo.com_ Ratusan massa kemarin petang (10/5) memblokir pertigaan lampu merah Pasar Thumburuni. Massa menuntut, agar taksi dan truk yang datang dan menuju arah Kokas, Patipi, Bomberay dan Kramamongga, diperbolehkan mongkar muat di Pasar Thumburuni.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Aksi blokir jalan ini dimulai sekira pukul 17.30 dan berakhir setelah 3 jam kemudian. Dalam aksi palang jalan pertama, massa memblokir jalan di samping Pasar Thumburuni dengan menggunakan bambu dan kayu. Saat itu, masyarakat penggunaa jalan dari dan ke Wagom, masih bisa melalui  jembatan depan pasar menuju jalan baru atau Jl. Dr. Salasa Namudat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">La Gunung Heremba, salah seorang tetua masyarakat Kokas yang turut dalam aksi tersebut mengyatakan, bahwa aksi mereka adalah demi untuk kelancaran ekonomi masyarakat di daerah gunung (Bomberay, Kramamongga, Patipi dan Kokas).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Minggu lalu, masyarakat yang berdagang, bisa langsung turun dan membawa barangnya di Pasar ini. Tapi, akhirnya jalur itu dirubah oleh Dinas Perhubungan atau pemerintah. Akibatnya, masyarakat harus turun di Terminal Jalan Kokas. Akibatnya, untuk sampai ke Pasar thumburuni ini, masyarakat harus membayar biaya taksi 30.000 lagi. Padahal, dari Kokas kesini yang jaraknya jauh, ongkos taksi hanya 20.000. coba bandingkan. Itu sangat memberatkan kami.” Jelas La Gunung memberikan alasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Menindaklanjuti aksi massa ini, akhirnya beberapa perwakilan masyarakat berunding dengan pihak Pemerintah di Mapolres Fakfak. Namun, karena dirasa perundingan itu berjalan lambat, massa yang tidak sabar, memblokasi sisi pertigaan satunya, yang langsung menghubungkan kota dan Wagom. Akibatnya, puluhan kendaraan terjebak tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Bahkan, beberapa mobil memilih putar haluan kembali ke Wagom.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Blokade jalan yang kedua ini, berlangsung sekitar satu jam, hingga akhirnya perwakilan massa yang berunding, datang. Tetapi, penjelasan perwakilan massa yang berunding, dirasa kurang memuaskan tokoh masyarakat lain, semisal La Gunung Heremba tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">La Gunung Heremba tetap pada keinginannya, agar kepala Dinas Pehubungan, Taufiq Heru Uswanas, datang dan memberikan penjelasan langsung kepada massa. Sempat terjadi debat alot, hingga akhirnya tercapai kesepakatan untuk membukan semua palang yang memblokade jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, puluhan kendaraan bermotor, uytamanya sepeda motor yang sudah menunggu dibukanya palang, dapat melanjutkan perjalanannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pembukaan palang tersebut, memang selayaknya dilakukan. Selain merugikan masyarakat lain, blokade jalan yang bersamaan dengan datangnya kapal Tatamailau yang dinantikan masyarakat Fakfak, bisa menjadi pemicu gesekan antar massa pro dan kontra pemalangan. (wah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/05/ketegangan-antar-tokoh-masyarakat-warnai-pembukaan-palang-pertigaan-thumburuni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Ega, Erotisme Wisata Bahari Yang Perlu Dieksplorasi</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/05/pulau-ega-erotisme-wisata-bahari-yang-perlu-dieksplorasi/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/05/pulau-ega-erotisme-wisata-bahari-yang-perlu-dieksplorasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 05:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4675</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Kabupaten Fakfak, masih menyimpan banyak potensi pariwisata bahari yang perlu dieksplorasi dan “dijual” keluar. Sebagai daerah yang memiliki banyak pulau, wisata bahari patut dimaksimalkan, agar nantinya dapat menyumbang pemasukan bagi kabupaten yang dikenal sebagai Kota Pala ini. Pulau Ega, serta pulau-pulau lain yang mengitarinya, ternyata memiliki potensi wisata yang tak kalah eksotisnya dibanding dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_4676" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-4676" href="http://fakfakinfo.com/2013/05/pulau-ega-erotisme-wisata-bahari-yang-perlu-dieksplorasi/fakfakwisata/"><img class="size-full wp-image-4676" title="fakfakwisata" src="http://fakfakinfo.com/wp-content/uploads/2013/05/fakfakwisata.jpg" alt="" width="350" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">Potensi Wisata Bahari Fakfak</p></div>
<p style="text-align: justify;">Fakfakinfo.com_ Kabupaten Fakfak, masih menyimpan banyak potensi pariwisata bahari yang perlu dieksplorasi dan “dijual” keluar. Sebagai daerah yang memiliki banyak pulau, wisata bahari patut dimaksimalkan, agar nantinya dapat menyumbang pemasukan bagi kabupaten yang dikenal sebagai Kota Pala ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pulau Ega, serta pulau-pulau lain yang mengitarinya, ternyata memiliki potensi wisata yang tak kalah eksotisnya dibanding dengan lokasi wisata bahari yang dikenal saat ini, seperti Pantai Pasir Putih serta Pantai Pattawana.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Di Pulau Ega, pantainya yang berpasir putih dan landai, menjadi maghnit tersendiri. Lokasi wisata pantai semacam ini, bisa menjadi primadona penikmat alam. Gelombang yang menyapa Pulau Ega tidak besar, sehingga dapat dinikmati semua level usia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Wah, ternyata bagus, ya. Sayangnya belum mendapat sentuhan serius dari pemerintah. Sepertinya, lokasi semacam ini sangat layak diperhatikan secara serius. Potensinya bagus.” Ujar Rony Santoso, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Fakfak, yang membawa rombongan keluarga besar Kejari Fakfak ke Pulau Ega dengan menumpang kapal patroli milik KPLP Fakfak.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Meski demikian, keberadaan Pulau Ega yang terpisah dari daratan Fakfak, menjadikan pulau ini kurang terjangkau. Saat ini, tak semua orang bisa menikmati pesona pulau ini. Sebab untuk datang ke pulau tersebut, tentu harus menggunakan perahu. Dan, perahu yang disediakan secara khusus untuk menikmati eksotisnya wisata di Pulau Ega serta pulau-pulau lain disekelilingnya, belum tersedia secara tetap. Agaknya, pemerintah layak memperhatikan masalah ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Di Pulau Ega, ujung Pulau Panjang serta pulau lain disekitarnya, bukan mustahil dibuat resort wisata. Kebutuhan listrik dan air tawar,  bisa dicari jalan untuk mengatasinya. Sumber listrik bisa didapat dari genset. Sumber air tawar bisa diari dengan sistim reserve otmosis atau RO. Asalkan dikemas secara luar biasa, maka erotisme Pulau Ega serta pulau-pulau lain yang mengitarinya, bisa menjelma menjadi resort atau tujuan wisata yang luar biasa pula. Tapi kapan? (wah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/05/pulau-ega-erotisme-wisata-bahari-yang-perlu-dieksplorasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersama Bank Mandiri, Bisnis di Tangan Anda</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/05/bersama-bank-mandiri-bisnis-di-tangan-anda/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/05/bersama-bank-mandiri-bisnis-di-tangan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 05:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakbisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4672</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Berbicara bisnis, tak akan lepas dari berbicara masalah perbankan. Sebab, bank menjadi salah satu penentu keberhasilan bisnis. Maka, memilih bank mana yang akan menjadi “teman setia” perjalanan bisnis anda, menjadi satu titik penting yang harus diperhatikan. Bank Mandiri dengan berbagai produknya, semakin mantap mendampingi anda dalam berbisnis. Pendeknya, bisnis anda dijamin lancar. Mandiri Debis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fakfakinfo.com_ Berbicara bisnis, tak akan lepas dari berbicara masalah perbankan. Sebab, bank menjadi salah satu penentu keberhasilan bisnis. Maka, memilih bank mana yang akan menjadi “teman setia” perjalanan bisnis anda, menjadi satu titik penting yang harus diperhatikan.</p>
<p>Bank Mandiri dengan berbagai produknya, semakin mantap mendampingi anda dalam berbisnis. Pendeknya, bisnis anda dijamin lancar.</p>
<p>Mandiri Debis Bisnis, bisa menjadi alternatif anda dalam berbisnis. Dengan produk Bank Mandiri ini, anda tidak perlu repot membawa uang tunai. Sebab, limit transaksi harian antar Bank Mandiri yang dapat mencapai hingga angka 200 juta, tarik tunai hingga 10 juta, tranfer ke bank lain sampai 25 juta, serta pembelian hingga 100 juta rupiah, yang kesemuanya cukup dilakukan di ATM, membuat anda tak perlu kuatir kehilangan moment bisnis yang menguntungkan anda.</p>
<p>Selain itu, anda bisa memanfaatkan Mandiri Tabungan Bisnis, yang dapat mencatat transaksi anda secara detail. Bank Mandiri seakan bertindak sebagai sekretaris sekaligus sebagai akuntan anda. Maka anda bisa melihat perkembangan dan pergerakan bisnis anda secara mudah  dan nyaman.</p>
<p>Untuk informasi lebih detailnya, silakan menghubungi Bank mandiri terdekat di kota anda. (wah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/05/bersama-bank-mandiri-bisnis-di-tangan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>30 Orang Ikuti Pelatihan Jurnalistik</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/05/30-orang-ikuti-pelatihan-jurnalistik/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/05/30-orang-ikuti-pelatihan-jurnalistik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 05:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakjurnalis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4668</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Sebanyak 30 orang mengikuti palatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Nasyiatul Aisyiah Kabupaten Fakfak, bekerjasama dengan TOP TV Papua di Fakfak dan Fakfakinfo.com. Pelatihan jurnalistik khusus muslimah ini, dilaksanakan selama dua hari dan bertempat di laboratorium komputer SMK Yapis Fakfak. Ketua Nasyiatul Aisyiah Kabupaten Fakfak, Basseaty mengatakan, “Ini merupakan pelatihan jurnalistik yang pertama yang kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_4669" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-4669" href="http://fakfakinfo.com/2013/05/30-orang-ikuti-pelatihan-jurnalistik/fakfakpelatihan/"><img class="size-full wp-image-4669" title="fakfakpelatihan" src="http://fakfakinfo.com/wp-content/uploads/2013/05/fakfakpelatihan.jpg" alt="" width="350" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">Pelatihan Jurnalistik Kerjasama NA dan TOP TV </p></div>
<p style="text-align: justify;">Fakfakinfo.com_ Sebanyak 30 orang mengikuti palatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Nasyiatul Aisyiah Kabupaten Fakfak, bekerjasama dengan TOP TV Papua di Fakfak dan Fakfakinfo.com. Pelatihan jurnalistik khusus muslimah ini, dilaksanakan selama dua hari dan bertempat di laboratorium komputer SMK Yapis Fakfak.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ketua Nasyiatul Aisyiah Kabupaten Fakfak, Basseaty mengatakan, “Ini merupakan pelatihan jurnalistik yang pertama yang kami laksanakan. Pada kesempatan pertama ini, memang kami khususkan untuk kalangan muslimah saja. Dan berhubung banyak permintaan dari masyarakat yang ingin bergabung dalam pelatihan ini, mudah-mudahan kami segera dapat menyelenggarakan kegiatan serupa secepatnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selain diikuti oleh perwakilan OSIS dari beberapa sekolah, pelatihan ini juga diikuti oleh mahasiswa, serta perwakilan organisasi lain.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam pelatihan jurnalistik kali ini, kepada peserta diberikan materi dasar mengenai jurnalistik, antara lain, mengenal dunia wartawan, sejarah pers dunia dan Indonesia, dasar hukum pers, pengetahuan dasar jurnalistik, dan teknik penulisan berita.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pembekalan ilmu jurnalistik, diakui oleh peserta telah membuka wawasan mereka mengenai dunia pemberitaan. Dan yang tak kalah penting, mereka diberikan pengetahuan seputar latar belakang berita, serta hal-hal yang dapat mempengaruhi penyajian berita. Sehingga diharapkan, masyarakat khususnya peserta pelatihan, mampu menyaring informasi yang disuguhkan oleh media massa.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Seperti dituturkan oleh salah seorang peserta, Wa Marwati bin Azis,  dirinya merasa senang, karena pelatihan jurnalistik yang diikutinya, menambah wawasannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Betul, pelatihan jurnalistik ini menambah wawasan saya mengenai dunia kewartawanan. saya juga semakin paham, bagaimana menyikapi sebuah pemberitaan yang disajikan media massa. Saya rasa, pelatihan seperti ini perlu disebarkan, agar masyarakat, khususnya pelajar, dapat mengenal masalah kewartawanan.” Ujar Marwati.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selain dibekali dengan materi jurnalisitk, peserta pelatihan juga praktek lapangan untuk memperoleh berita hingga membuat berita. Praktek lapangan ini, dilakukan di Pasar Thumburuni. (wah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/05/30-orang-ikuti-pelatihan-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wow&#8230;&#8230; Miras Hotel Grand Disikat!</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/04/wow-miras-hotel-grand-disikat/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/04/wow-miras-hotel-grand-disikat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 10:56:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakmiras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4663</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Keberanian aparat untuk menyentuh keberadaan dan peredaran minuman setan alias miras di Hotel Grand Papua, pada Sabtu malam (27/4) lalu, memunculkan dua hal. Pertama, keberanian tersebut patut diacungi dua jempol. Yang kedua, memunculkan pertanyaan, benarkah razia tersebut merupakan operasi out of control alias “diluar kendali” dan diluar “daftar” sasaran? Saat hal ini dikonfirmasi melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_4664" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-4664" href="http://fakfakinfo.com/2013/04/wow-miras-hotel-grand-disikat/fakfakmiras-3/"><img class="size-full wp-image-4664" title="fakfakmiras" src="http://fakfakinfo.com/wp-content/uploads/2013/04/fakfakmiras.jpg" alt="" width="350" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">Aparat gabungan sita miras dari Hotel Grand Papua</p></div>
<p style="text-align: justify;">Fakfakinfo.com_ Keberanian aparat untuk menyentuh keberadaan dan peredaran minuman setan alias miras di Hotel Grand Papua, pada Sabtu malam (27/4) lalu, memunculkan dua hal. Pertama, keberanian tersebut patut diacungi dua jempol. Yang kedua, memunculkan pertanyaan, benarkah razia tersebut merupakan operasi <em>out of control</em> alias “diluar kendali” dan diluar “daftar” sasaran?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Saat hal ini dikonfirmasi melalui SMS kepada Kapolres Fakfak, AKBP Rudolf Michael, hingga berita ini ditulis, belum mendapatkan jawaban.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dalam razia di Hotel Grand Papua yang dikenal nyaris “aman” dari razia ini, aparat gabungan dari Sub Denpom Fakfak, 2 orang anggota polisi, serta jajaran intelejen seperti BIN, berhasil mengamankan 137 kaleng bir bintang, 42 botol mansion botol besar, 1 botol mansion botol sedang, 1 botol black label, 1 botol firlandia, 1 botol bacardi, 1 botol gentreon dan 1 botol reposada.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Akibat razia <em>out of detect</em> ini, ditaksir bisa mengakibatkan kerugian jutaan rupiah bagi pihak Hotel Grand Papua.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Razia yang merupakan operasi babak kedua ini, juga menyasar beberapa cafe di daerah yang dikenal dengan sebutan daerah sampah. Informasi yang diterima media ini menyebutkan, dari bar ginza berhasil diamankan 13 kaleng bir, 1 botol mansion ukuran sedang. Sedangkan dari bar njoy, aparat mengamankan 1 botol sedang bir putih. Dari bar labamba, aparat mengamankan 1 botol sedang bir putih dan 1 botol sedang sopi. Keseluruhan hasil razia ini, didapatkan media ini dari seorang anggota intelejen yang mengikuti razia, sedangkan pihak Polres Fakfak belum memberikan press releasenya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Sebenarnya Hotel Grand tidak masuk tujuan razia. Hanya saja, saat kami turun dari daerah sampah usai merazia cafe dan bar disana, dua mobil terdepan, berbelok ke kanan untuk melanjutkan razia di Torea dan sekitarnya, sedangkan kami yang ada dibelakangnya, mendadak belok ke kiri menyasar Hotel Grand. Entah siapa yang mengomando. Maka terjadilah peristiwa razia tersebut,” jelas salah seorang anggota intel yang ikut dalam razia Hotel Grand tersebut, dan enggan namanya disebutkan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Melihat hasil razia di cafe dan bar ini, patut diduga bahwa operasi tersebut telah bocor lebih dulu. Sebab, melihat aktifitas cafe dan bar yang ada, mustahil mereka hanya menyediakan sedikit miras. Kita dapat membandingkan dengan hasil razia yang didapat di Hotel Grand Papua, yang patut diduga disebut sebagai operasi dadakan sehingga nyaris tak terdengar kebocorannya ini. Di hotel yang kabarnya sebagian saham/asetnya dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak ini, berhasil diamankan banyak miras.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lalu, kapan kasus-kasus ini naik ke pengadilan? Jangan-jangan&#8230; (wah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/04/wow-miras-hotel-grand-disikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jelang Peringatan Kembalinya Irian Jaya ke NKRI, Aparat Gabungan Gelar Razia</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/04/jelang-peringatan-kembalinya-irian-jaya-ke-nkri-aparat-gabungan-gelar-razia/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/04/jelang-peringatan-kembalinya-irian-jaya-ke-nkri-aparat-gabungan-gelar-razia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 10:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakminyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4658</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Aparat gabungan yang terdiri atas anggota Polres Fakfak, Kodim 1706 Fakfak, Sub Denpom Fakfak serta jajaran intelejen, menggelar razia pengguna kendaraan bermotor di tiga lokasi. Masing-masing regu bertugas di daerah sebrang, tebing Pasar Thumburuni, dan jalan arah ke Kokas. Sehari sebelumnya, aparat gabungan juga merazia penumpang KM Tatamailau. Razia ini, dilakukan sebagai antisipasi memburuknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_4659" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-4659" href="http://fakfakinfo.com/2013/04/jelang-peringatan-kembalinya-irian-jaya-ke-nkri-aparat-gabungan-gelar-razia/fakfakrazia/"><img class="size-full wp-image-4659" title="fakfakrazia" src="http://fakfakinfo.com/wp-content/uploads/2013/04/fakfakrazia.jpg" alt="" width="350" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">Sitaan petugas gabungan</p></div>
<p style="text-align: justify;">Fakfakinfo.com_ Aparat gabungan yang terdiri atas anggota Polres Fakfak, Kodim 1706 Fakfak, Sub Denpom Fakfak serta jajaran intelejen, menggelar razia pengguna kendaraan bermotor di tiga lokasi. Masing-masing regu bertugas di daerah sebrang, tebing Pasar Thumburuni, dan jalan arah ke Kokas. Sehari sebelumnya, aparat gabungan juga merazia penumpang KM Tatamailau.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Razia ini, dilakukan sebagai antisipasi memburuknya situasi dan kondisi daerah, terkait akan diperingatinya peringatan ke 50 tahun, kembalinya Irian Jaya (kini Papua dan Papua Barat) ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kapolres Fakfak, AKBP Rudolf Michael, belum bersedia berkomentar, terkait kegiatan tersebut. “Nanti saja, ya. Sebab kegiatan ini masih akan berlanjut,” ujar Kapolres.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dari razia penumpang KM Tatamailau, aparat mengamankan 2 buah tas ransel loreng, 2 potong kaos loreng, serta sebilah samurai dari penumpang yang turun.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sedangkan dari gelar razia di tiga lokasi pada Sabtu malam (27/4), aparat berhasil mengamankan sekitar 900 liter BBM jenis solar (menurut informasi aparat TNI), beberapa sajam seperti pisau, parang dan samurai, dan puluhan liter miras jenis cap tikus atau CT.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>BBM kemana?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selain BBM, seluruh barang sitaan nampak digelar di Mapolres Fakfak. Sedangkan BBM sitaan yang menururt informasi anggota TNI yang turut mengamankan barang tersebut, diakui telah diamankan di Mapolres, malam itu tidak terlihat, dan tidak ada penjelasan. (wah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/04/jelang-peringatan-kembalinya-irian-jaya-ke-nkri-aparat-gabungan-gelar-razia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Miras 1 Kontainer, Antara Ada dan Tiada, Antara Isu dan Fakta</title>
		<link>http://fakfakinfo.com/2013/04/miras-1-kontainer-antara-ada-dan-tiada-antara-isu-dan-fakta/</link>
		<comments>http://fakfakinfo.com/2013/04/miras-1-kontainer-antara-ada-dan-tiada-antara-isu-dan-fakta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 10:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[fakfakmiras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fakfakinfo.com/?p=4656</guid>
		<description><![CDATA[Fakfakinfo.com_ Banyak pertanyaan yang muncul, tatkala masalah air haram alias minuman keras muncul menjadi wacana publik. Selain kurang transparannya aparat menyikapi hal tersebut, juga jarangnya kasus miras naik ke meja hijau. Bagai alkohol, begitulah kasus-kasus miras di Fakfak, menguap tanpa bekas. Kejadian menarik, misalnya,  terjadi pada 8 April lalu. Kala itu, melalui EMKL (Expedisi Muatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fakfakinfo.com_ Banyak pertanyaan yang muncul, tatkala masalah air haram alias minuman keras muncul menjadi wacana publik. Selain kurang transparannya aparat menyikapi hal tersebut, juga jarangnya kasus miras naik ke meja hijau. Bagai alkohol, begitulah kasus-kasus miras di Fakfak, menguap tanpa bekas.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kejadian menarik, misalnya,  terjadi pada 8 April lalu. Kala itu, melalui EMKL (Expedisi Muatan Kapal Laut) di Pelabuhan Fakfak, anggota KP3 Laut Polres Fakfak, berhasil mengamankan 1 kontainer miras, yang disinyalir milik salah satu pengusaha yang dikenal sering mendatangkan miras dan memiliki toko di Jl. Izaak Tellusa.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Selang sekitar satu jam setelah pengamanan barang haram tersebut, miras diambil alih oleh Sat Reskrim untuk diamankan di Mapoolres Fakfak. Informasi selanjutnya, miras tersebut “diamankan” di gudang minimarket Matahari, dengan alasan gudang Polres Fakfak tidak dapat menampung minuman haram 1 kontainer ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kapolres Fakfak, AKBP Rudolf Michael mengakui adanya penangkapan miras sebanyak 1 kontainer tersebut, dan Kapolres menyetakan memberikan kepercayaan kepada Kasat Reskrim Polres Fakfak, Iptu Ernes Narahawarin, untuk menuntaskan kasus tersebut. Sayangnya, saat dikonfirmasi hal tersebut,  Kasat Reskrim bungkam seribu kata atas petunjuk Kapolres ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pengakuan Kapolres ini, sangat berbeda ketika ditemui wartawan beberapa hari sebelumnya. Saat itu, Kapolres menyatakan tidak ada penangkapan miras sebanyak 1 kontainer.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Jangan bikin isu. Mari ciptakan kondisi Fakfak yang kondusif. Makanya, SMS dari adik (SMS dari salah satu rekan wartawan, red), tidak saya balas. Tidak ada penangkapan miras 1 kontainer. Dapat berita dari mana?,” tanya Kapolres meyakinkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bahkan, saat salah seorang wartawan menyampaikan, bahwa dirinya mengetahui hal tersebut justru dari sang pemilik miras, Kapolres tetap bergeming.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Saya tahunya malah dari orang yang menelepon saya, dan mengaku sebagai pemilik. Orang tersebut, meminta saya untuk “mendekati” salah satu teman wartawan, agar tidak mengusik mirasnya,” Ujar Surahman, wartawan dari MNC grup.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Fakta menarik lainnya, Kasat reskrim Iptu Ernes Narahawarin, saat rehat dari kegiatan sweeping malam, beberapa waktu lalu, menyatakan bahwa mirasnya tidak sampai 1 kontainer.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">“Itu barang campuran. Isinya bukan miras saja. Yang miras hanya beberapa karton saja,” jelas Kasat reskrim berusaha meyakinkan wartawan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Lalu, kata-kata mana yang patut diduga benar? Pernyataan Kapolres yang menyatakan tidak ada penangkapan miras 1 kontainer? Ataukan pernyataan susulan Kapolres yang menyatakan bahwa kasus sudah diserahkan kepada Sat Serse dan didukung ucapan Kasat Serse bahwa miras tidak sampai 1 kontainer? Sulit disimpulkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kini, belum diketahui, sampai dimana kasus ini mengendap-endap. Sebab, pihak Polres cukup pelit berkomentar masalah miras 1 kontainer ini. Seperti kata Kapolres, yang mengajak kita untuk menciptakan Fakfak yang kondusif, maka miras justru harus diberangus. Sebab sudah menjadi pengetahuan publik, bahwa miras memberikan “sumbangan” terbesar, atas ketidaknyamanan situasi dan kondisi Fakfak. (ret, wah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fakfakinfo.com/2013/04/miras-1-kontainer-antara-ada-dan-tiada-antara-isu-dan-fakta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
